Tenang Hadapi Lomba

By. Dedeh Erawati 14 October 2016
Tenang Hadapi Lomba

Perasaan gugup atau takut saat akan menghadapi lomba adalah hal yang biasa terjadi. Ini cara mengatasinya.

Gugup atau cemas adalah perasaan yang wajar dialami oleh peserta lomba. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari perasaan khawatir tidak bisa mencapai garis finish dengan lancar, merasa kurang latihan, atau bahkan –tanpa kita sadari– tekanan dari diri sendiri untuk bisa memecahkan kemampuan pribadi (personal best). Keadaan tersebut harus cepat diatasi karena gejala gugup yang berat dapat mengganggu kualitas kinerja motorik dan membuat performa tidak maksimal.

Bila Anda menyangka atlet imun dari perasaan gugup ini, maka itu tidak selalu tepat. Atlet atau pelari hobi sama-sama merasakan hal ini. Bedanya, para atlet elit biasanya memiliki psikolog yang bisa membimbing mereka mengatasi perasaan cemas. Bagaimana dengan pelari hobi? Berikut beberapa tips ringan yang bisa Anda terapkan:  

1) Tetapkan tujuan yang realistis

Tujuan adalah salah satu cara untuk meningkatkan semangat dan membantu mengukur keberhasilan. Buatlah tujuan sesuai dengan volume dan intensitas latihan. Tujuan juga harus dibuat berdasarkan kemampuan tahun ini, bukan tahun lalu. Artinya, tolak ukur keberhasilan tidak harus selalu personal best. Tujuan yang realistis akan mengurangi beban dan menjaga stres agar tidak berlebihan.

Bagaimana bila ternyata perkembangan latihan tidak sesuai harapan –yang artinya ada kemungkinan tujuan latihan tidak tercapai? Saatnya merevisi tujuan Anda. Lebih baik lagi, bila dari awal Anda menetapkan beberapa macam tujuan. Dengan demikian, bila tujuan A tidak tercapai Anda masih bisa pindah haluan ke tujuan B. Coba tetapkan tiga tingkat tujuan, misalnya podium-personal best-finish tanpa cedera.  

2) Tetap beraktivitas seperti biasa

Seminggu sebelum hari-H biasanya seluruh pikiran sudah mulai tercurah ke lomba. Ayo ngaku, siapa yang melakukan hal ini: meningkatkan volume latihan karena tiba-tiba merasa kurang siap, mengurangi makan agar bisa menurunkan berat badan, atau merasa takut mengerjakan hal-hal di luar kebiasaan karena khawatir dapat mengganggu kondisi tubuh? Hati-hati, gejala-gejala tersebut dapat memicu stres.  

Yang perlu Anda lakukan pada minggu-minggu mendekati lomba justru sebaliknya: tetap beraktivitas dengan normal dan wajar. Lakukan latihan sesuai dengan yang seharusnya (jangan lupa tapering), jaga pola makan, dan istirahat yang cukup.  

3) Kembangkan rasa percaya diri

Katakan ke diri sendiri, bukan hanya Anda yang mengalami perasaa gugup; katakan bahwa semua pelari pasti pernah merasakan yang Anda alami. Tugas Anda adalah membangun kepercayaan diri bahwa Anda sudah berlatih, bahwa Anda mampu, dan bahwa Anda akan berhasil melewati keadaan ini sehingga dapat menghadapi lomba dengan perasaan senang. Perasaan senang adalah energi dari dalam diri yang paling tinggi.  

4) Relaksasi

Perasaan cemas dapat menjelma dalam bentuk gejala fisik, misalnya denyut jantung yang meningkat, otot yang terasa kaku atau tegang, napas yang memburu, atau merasa lemas. Hal ini biasanya terjadi di garis start saat sedang menunggu pistol start ditembakkan. Bila Anda mengalami gejala tersebut, coba lakukan relaksasi ringan dengan teknik pernapasan. Tarik napas perlahan melalui hidung hingga paru-paru terasa penuh, lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Lakukan 5-10 kali atau hingga Anda merasa relaks.  

5) Berdoa

Jangan lupakan hal ini. Berdoa adalah cara terbaik agar merasa lebih tenang dan nyaman. Niatkan bahwa Anda mengikuti lomba untuk sehat dan bahagia. Podium atau tidak, personal best atau tidak adalah hal biasa. Yang paling utama adalah Anda tetap bugar, sehat dan bergembira.  

Salam sehat, salam gembira. 

 

 

Lihat Koleksi Lengkap →

 

Lihat Koleksi Lengkap →