Tahura Trail Running Race: Tips dari Race Director

By. Planet Sports RUN 12 January 2019
Tahura Trail Running Race: Tips dari Race Director

Foto: Dok. Tahura Trail Running Race 

Semua yang perlu kamu ketahui tentang lomba lari lintas alam Tahura Trail Running Race, langsung dari race director-nya. 

Kompetisi lari lintas alam Tahura Trail Running Race kembali diadakan untuk yang ke-7 kalinya tahun ini di Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda, Bandung. Tahun 2013, lomba ini mulai dengan kategori 10K dan family. Kini, lomba yang menarik minat banyak pelari lintas alam, berpengalaman atau newbie ini memiliki kategori mulai dari maraton 42km, half marathon 21km, long course 17km, short course 10km, hingga family course 6km. Apa yang mesti diketahui peserta jelang lomba tanggal 19 dan 20 Januari mendatang ini? Ini kata Agung Adijana, race director Tahura Trail Runing Race.    

Medan beragam tapi runnable
Lomba ini diadakan di alam terbuka dengan kontur jalan yang tidak rata dan memiliki rintangan alam yang menantang. Jalan tidak rata itu dapat berupa campuran jalan aspal, berbatu, tanah/ lumpur, area perkampungan, dan paving block.  Meski demikain, sebagian besar sifatnya runnable jadi cukup bersahabat bagi para newbie. 

Coba peralatan yang akan dipakai
Rumus umum pada setiap lomba: Hindari memakai sesuatu yang baru. Pilih baju, celana, kaos kaki, sepatu, jaket, water bladder, dan perlengkapan lainnya yang akan dipakai, dan coba kenakan 1 minggu sebelum lomba. “Bila ada yang terasa kurang nyaman, kamu masih bisa meng-adjust sebelum hari lomba,” jelas Agung.  

Antisipasi perubahan cuaca
Namanya saja lomba di alam terbuka, sebaiknya peserta mengantisipasi efek dari perubahan cuaca, seperti dingin, hujan, dan panas. Misalnya, mengenakan kaos tanpa lengan sebagai bentuk antisipasi cuaca panas. Namun membawa jaket atau jas hujan ringan, seandainya turun hujan di pertengahan rute.  

Kenakan sepatu lintas alam
Sepatu lintas alam dilengkapi dengan outsole yang mempunya grip. Fungsinya untuk mencengkeram permukaan dengan lebih baik dibandingkan sepatu jalan raya, sehingga menghindarkan pelari dari terpeleset atau cedera lainnya. Tambahan pula, Tahura Trail Running Race diadakan pada musim penghujan sehingga permukaannya berpotensi menjadi lebih licin.  

Gunakan kendaraan umum ke tempat lomba
Karena keterbatasan area parkir di Tahura Djuanda, peserta dihimbau untuk menggunakan kendaraan umum atau parkir di lokasi yang telah disarankan. Untuk mobilisasi peserta menuju lokasi lomba, panitia menyediakan shuttle berupa angkot.  

Bawa baju ganti
Hampir bisa dipastikan pelari akan finish dalam keadaan kotor, atau minimal berpeluh keringat. Ada  baiknya kamu membawa baju dan alas kaki ganti. “Ada cukup banyak toilet di area Tahura, yaitu sekitar 12. Untuk ruang ganti, dapat menggunakan ruang panitia. Selain itu, juga ada selang air untuk membersihkan sepatu yang kotor,” jelas Agung.  

Persiapkan fisik dan mental
“Selain peralatan, tentu saja pelari mesti mempersiapkan fisik. Tergantung pada kategori yang akan diambil, secara umum jogging ringan dan latihan naik turun tangga sangat disarankan,” ujar Agung. Persiapkan juga mental. “Banyak yang sudah latihan dan mempersiapkan gear tapi tidak siap menghadapi hujan, lumpur, dan dingin,” tambah Agung. “Terakhir, enjoy dan berdoa.”  

Semoga seluruh peserta dapat menikmati Tahura Trail Running Race.