Carbon X: Game Changer dari Hoke One One

By. Planet Sports RUN 01 June 2019
Carbon X: Game Changer dari Hoke One One

Untuk pertama kalinya, Hoka meluncurkan sepatu dengan pelat serat karbon yang didesain untuk kecepatan. 

Digadang-gadang sebagai sepatu tinggi performa yang memiliki fitur pelat serat karbon untuk membantu pelari terdorong ke depan, namun tetap responsif dan stabil, sepatu ini telah menimbulkan banyak pembahasan. Carbon X telah ditunggu-tunggu oleh penggemar Hoka, tapi benarkah se-hype itu?

Berikut ulasan dari beberapa pelari yang telah mencoba Hoka One One Carbon X:

Chaidir Akbar, Ironman Atlet, Pelari Maraton dan Sesekali Ultra Marathon

First look, saya suka desainnya yang simpel. Two-tone color-nya membuat Carbon X terlihat catchy dan elegan. Desain di bagian tumitnya terlihat dari samping agak naik, membuatnya terlihat seperti alas kursi goyang. Kelihatannya, ini adalah desain sepatu Hoka yang paling menggambarkan konsep Meta Rocker-nya. Plus, ada heel tab yang sangat ideal untuk triatlet karena dapat mempercepat waktu memakai sepatu saat di area transisi. 

Saya telah mencobanya untuk berbagai jenis lari mulai dari lari pelan, tempo, interval, hingga long run. Dari semua itu, paling suka dipakai untuk interval. Saat saya mencobanya untuk progressive interval run, di mana saya naikkan kecepatan per 1 km, mulai dari pace 4:00, 3:52, 3:45, 3:38, hingga 3:30, saya temukan bahwa Carbon X ini makin enak dipakai saat larinya makin cepat.

Selain itu, penempatan plat carbon yang sejajar dengan jari kaki membuat transisi pada saat fase lari (gait cycle) di bagian telapak dari jari kelingking ke jempol kaki terasa lancar dan responsif. Pada akhirnya, ini akan memberikan dorongan yang lebih pada saat fase push off. Tambahan pula, bagian atasnya yang terbuat dari material single mesh yang berventilasi menjaga kaki lebih adem, penting sekali untuk kenyamanan lari di indonesia yang cuacanya selalu panas. Desain bagian depan kakinya cenderung lebar   membuatnya bisa fit dengan berbagai variasi jenis kaki khususnya  mereka yang kaki bagian depannya cenderung lebar.

Menurut saya, sepatu ini memang didesain untuk dipakai berlari kencang, berapapun jaraknya karena semakin cepat larimu, semakin terasa manfaat mendorong-ke-depannya berkat adanya pelat serat karbon tersebut.

Jika kamu menggunakan Carbon X jangan ragu untuk Go Big & Go Bold.

Inge Prasetyo, Triatlet, Penamat Kejuaraan Dunia Ironman Kona

Saya sangat bersemangat mencoba Carbon X baru dari Hoka One One! This is THE shoes, made for speed and distance; lightweight but firm. Saya sudah memakainya untuk latihan sehari-hari, mulai dari interval, semi lintas alam, latihan di tanjakan, dan long run. Buat saya, paling cocok dipakai latihan interval dan dan long tempo run. Sebaliknya, kurang cocok dipakai di area tanjakan yang agak curam (mungkin karena sepatu ini didesain dipakai di permukaan yang lebih rata) dan paling tidak cocok di area semi lintas alam karena sebagian solnya langsung used up. Apalagi kotoran-kotoran dari medan semi lintas alam juga nyangkut di sela-sela sepatu. Jadi menurut saya, Carbon X paling cocok dipakai di jalanan beraspal atau permukaan yang mulus.

Bagian paling favorit dari Carbon X adalah saat mau ‘tancap gas’, pelat serat karbonnnya mampu mendorong ke depan dengan efektif. Entah apakah ini membantu lari saya lebih cepat atau tidak, tapi yang pasti push from the ground-nya berasa banget. Untuk info, bentuk sol bawahnya tidak rata, melainkan agak melengkung seperti kursi goyang dengan fokus tumpuan di midsole. Secara keseluruhan, menurut saya sepatu ini cocok dipakai untuk lari berapapun jaraknya. Tapi manfaatnya tampaknya baru akan terasa untuk mereka yang lari jarak half marathon ke atas.

Mike Trees, Pelatih Utama Planet Sports Run, 7x Juara Dunia Kategori Master

Begini, hingga saat ini saya masih berusaha beradaptasi dengan Hoka One One. Setelah operasi punggung, saya mencoba menggunakan merek sepatu ini tapi sepertinya malah menghisap energi saya. Cukup nyaman untuk berjalan, namun saat digunakan berlari, sepertinya merek sepatu ini tidak sesuai untuk saya.

Hingga akhirnya Hoka One One memperkenalkan Carbon X terbaru.  Menurut saya, sepatu ini mengubah segalanya.

Belakangan saya tidak dapat berlari karena sakit punggung bagian bawah. Tapi sepatu ini, tidak hanya menyerap hentakan, dan meringankan rasa sakit yang mencegah saya berlari 3 bulan terakhir ini, plat karbonnya memberikan rasa kokoh yang menurut saya telah hilang dari koleksi Hoka One One yang lain. Kekokohannya itu membuat saya dapat berlari dengan kaki bagian depan, yaitu bagian favorit saya untuk mendarat, dan plat karbonnya berguna sebagai sistem pengembalian energi, yang mengisi kekurangan dari otot bokong saya yang sedang tidak aktif.

Sol yang lembut, membuatnya tidak cocok untuk lari lintas alam atau off-road, tapi sepatu ini cukup ringan dan sangat responsif saat digunakan.  Satu-satunya kekurangan, adalah sepatu ini seperti memaksa untuk supinate saat mendarat. Hal ini tidak masalah jika kamu sudah tidak melakukan supinate, tapi karena saya sudah melakukannya, hal ini membuat saya harus fokus dalam pendaratan, untuk memastikan saya tidak over supinate saat berlari kencang.

Setelah 47 tahun berlomba, saya berani berkata bahwa, sepatu ini ada di dalam daftar 10 sepatu terbaik saya sepanjang masa.

Rhenaldi Firdaus, Pelari Lintas Alam, Podium 3 Kategori Usia TDS UTMB 2018

Kesan pertama saya soal sepatu Hoka One One Carbon X ini adalah ada rasa yang berbeda dibandingkan seri Hoka One One lainnya. Saat dipakai untuk pertama kalinya, solnya terasa sangat kokoh, mungkin karena pelat serat karbon di bagian bawahnya. Tapi saat dipakai berlari, desainnya membantu running form saya menjadi lebih baik, dan sepatunya tetap terasa cushion, stabil, dan responsif. Sejauh ini, saya telah berlari sejauh sekitar 100km, terdiri dari latihan tempo, long run, dan easy run. Satu-satunya nilai minusnya menurut saya adalah warnanya yang dominan putih. Buat saya yang kerap berlatih di jalan pedesaan, warna putihnya bikin sepatu cepat kotor.

Sebagai pelari lintas alam, saya tidak sabar menanti kapan Hoka One One akan meluncurkan seri sepatu lintas alam yang menggunakan teknologi pelat serat karbon seperti sepatu road ini. Untuk saat ini, menurut saya sepatu ini sesuai untuk pelari road yang berlatih half sampai full marathon.

Hoka One One Carbon X
Tipe: Jalan raya

Pria
Berat: 246 gram
Tinggi tumit: 30 mm
Tinggi kaki bagian depan: 25 mm
Heel-to-toe drop: 5 mm

Wanita
Berat: 204 gram
Tinggi tumit: 32 mm
Tinggi kaki bagian depan: 27 mm
Heel-to-toe drop: 5 mm