Bandung Ultra 100: Tips Taklukan Lomba

By. Planet Sports RUN 27 July 2019
Bandung Ultra 100: Tips Taklukan Lomba

Bandung Ultra 100 adalah lomba lari lintas alam ultra-marathon ekstrim yang akan membawa pelari melewati kombinasi hutan, pedesaan, lembah, dan pegunungan melalui jalur setapak, jalur tanah, bebatuan, dan aspal di daerah utara Bandung. Lomba ini menarik minat banyak pelari trail dalam maupun luar negeri. Ada tiga jarak yang tersedia yaitu 25 km, 60 km, dan 100  km. Untuk menaklukkannya, kamu butuh skill tersendiri.

Karena itu, Planet Sports Run berbicang dengan Ruth Theresia, langganan podium dan juara Asia Trail Master  2018, dan Carole Fuchs, pelari trail profesional dari Perancis yang dilatih Mike Trees, dan meminta saran dari mereka. Dari dua pelari ultra-trail yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk UTMB, ini tips-nya:

Ruth Theresia: Latihan Kekuatan, Pentingnya Nutrisi, dan Mandatory Gear  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ruth Theresia adalah sosok tak asing di dunia lari lintas alam ultra di Indonesia, bahkan Asia. Langganan podium yang juga juara Asia Trail Master 2018 ini sekarang sedang mempersiapkan diri untuk UTMB. Ini tips-nya untuk para pelari lintas alam ultra tanah air.

Jangan hanya latihan lari. Lakukan juga latihan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas

Latihan non lari banyak dilupakan oleh pelari trail Indonesia. Padahal membangun pondasi yang kuat kombinasi latihan kekuatan dan core penting untuk meningkatkan performa dan menghindarkan dari cedera.

“Saya sarankan untuk latihan menggunakan balancing ball dan resistance band. Misalnya single leg deadlift di atas balancing ball dan latihan penguatan pinggul memakai resistance band yang dilingkarkan di pergelangan kaki. Latihan seperti ini efektif membangun kekuatan sekaligus keseimbangan. Lakukan 2 kali seminggu. Masih ada cukup waktu, kok untuk latihan.”

Lakukan latihan dengan apparel yang nyaman. Cek koleksi kami: jersey pria, celana pria, jersey wanita , dan celana wanita.

Coba nutrisi untuk race saat latihan

Hindari mengonsumsi nutrisi (misalnya gel) hanya saat race. Tubuh butuh waktu menyesuaikan diri. Melakukannya langsung saat race berpotensi menimbulkan masalah perut, seperti mual atau muntah. “Saat latihan, pelajari berapa lama gel tersebut dapat memberikan energi. Pelajari juga kapan tubuh membutuhkan real food. Saya biasanya makan gel di antara water station (WS). Sedangkan real food (seperti buah, pisang, atau ubi), saya konsumsi di WS. Biasanya untuk jarak di atas 100 km, saya mengonsumsi 5-7 gel. Saya juga menyiapkan sports drink dan air putih.”

Siapkan dan pelajari cara pakai mandatory gear

Patuhi mandatory gear yang panitia wajibkan bawa, misalnya obat sakit kepala dan thermal blanket. “Terkena mountain sickness bukan hal sepele. Kalau  kamu sakit kepala karenanya, atasi dengan mengonsumsi obat sakit kepala. Saat kedinginan, pakai thermal blanket. Ingat, thermal blanket hanya untuk sekali pakai. Pastikan cukup istirahat karena kelelahan juga bisa memicu mountain sickness.”

Bersiap untuk lari lintas alam dengan sepasang sepatu lari yang bagus. Temukan koleksi kami di sini: koleksi sepatu lari pria  dan koleksi sepatu lari wanita

Carole Fuchs: Persiapan Makanan, Strategi Minum, and Pemulihan yang Baik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Carole Fuchs adalah pelari trail profesional dari Perancis yang bermukim di Jepang. Saat ini ia sedang mempersiapkan diri untuk UTMB. Baginya, dalam lari ultra trail, fitnes hanya sebagian dari latihan, nutrisi dan asupan makanan sama pentingnya. Dilatih oleh Mike Trees, ia berbagi pengalamannya untuk pelari ultra-trail di Indonesia.

Bawa makanan dan minuman saat latihan dan lomba

Lari ultra-trail memakan waktu  lama, jadi bawa makanan dan minuman saat latihan maupun lomba. “Saat lari, saya akan membawa buah kering, pisang, dan gel bila ada. Di Jepang, pelari membawa rice balls (nasi kepal). Makan sekitar 200 kkal per jam. Lebih dari itu kamu akan sakit karena tubuh tidak mampu mencernanya. Larutkan sports drinks karena umumnya sports drink tinggi gula yang dapat membuatmu sakit.” Tes nutrisi apa yang bekerja paling baik saat latihan agar ini menjadi kebiasaan dan mudah dilakukan saat race. Selain itu, ini juga bisa mengurangi kemungkinan membuat kesalahan saat race

Siapkan makanan untuk lari di atas 30 km

“Saya sarankan konsumsi makanan tinggi karbohidrat malam sebelumnya untuk mengisi kembali persediaan karbohidrat. Misalnya buah, nasi, kentang, pasta, dan roti.”

Minum sedikit dan sering

“Di Indonesia yang panas dan lembab, kamu perlu minum sedikit dan sering dan juga memastikan mengonsumsi sedikit garam untuk mengganti garam yang hilang akibat keringat. Atur jam untuk berbunyi secara teratur dan lalu minum. Ini akan menghindarkanmu dari sakit perut akibat makan dan minum kebanyakan secara bersamaan.”

Jangan pernah lupa untuk selalu terhidrasi. Cek koleksi botol minum sport kami. 

Hindari beberapa makanan

Coba hindari makanan tinggi protein seperti daging dan ikan dalam waktu 24 jam sebelum long run karena tidak dapat dicerna dan dapat menyebabkan sakit perut atau kembung. Hindari kafein dan alkohol beberapa hari sebelum race.

Peregangan setiap hari

Pemulihan yang baik di antara sesi:

Ini termasuk:
-Makan 100-200 kalori dalam waktu 30 menit setelah selesai latihan
-Tidur minimal 8 jam tiap malam
-Pertahankan latihan pemulihan singkat (di bawah 45 menit)

Jangan lupa untuk follow Instagram Planet Sports Run.

 

Lihat Koleksi Lengkap →

 

Lihat Koleksi Lengkap →