Bandung Marathon: 10 Hal yang Pelari Perlu Tahu untuk Menikmati Lomba

Dari strategi pace hingga lokasi selfie terbaik.

Tahun ini, untuk pertama kali Bandung Marathon diadakan. Bernama lengkap Pocari Sweat West Java Bandung Marathon 2017, lomba lari ini akan berlangsung pada hari Minggu, 30 Juli 2017, dengan kategori full marathon (FM), half marathon (HM), 10K, 5K, dan beberapa nomor kids dash.

RUNNERid berbincang dengan Reza Puspo, race director Bandung Marathon 2017, mengenai berbagai hal yang perlu diketahui para peserta untuk dapat menikmati lomba lari tersebut.

1/ Siap-siap berbagi jalan
Untuk mengadakan lomba lari ini, Mesa Race selaku race organizer, bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung untuk membuat jalan yang dilalui steril (seperti  Jalan Asia Afrika). Meski demikan Reza mengingatkan, “Sulit  membuat rute yang 100% steril dari pengguna kendaraan bermotor atau pemakai jalan lain.”

Karena itu, di sejumlah jalan, Mesa Race pun menerapkan metode berbagi jalan, dengan menempatkan traffic cone sebagai pembatas dan marshal yang berjaga. Jangan ciut dulu. "Lalin dalam kota Bandung pada pagi hari justru lebih menyenangkan dan tidak seperti bayangan akan macet karena banyak turis,” tambah Pandu Buntaran dari Mesa Race.

2/ Rute = keliling kota
Berkonsep city run dengan sport tourism, rute Bandung Marathon akan melewati lokasi-lokasi heritagedan landmark kota Bandung. Start dan finish adalah di Gedung Sate, kantor pemerintahan kota Bandung, yang terletak di Jalan Diponegoro. Peserta akan dibawa melewati jalan layang Pasupati, menempuh jalan protokol Jalan Jend. Gatot Subroto, hingga menyusuri  lokasi bersejarah Jalan Asia Afrika.

3/ Atur pace
Karena Bandung berada di dataran tinggi, jangan harap pelari akan menemui rute yang datar terus-menerus. Tanjakan dan turunan akan menjadi ‘makanan’ peserta. Karena itu, pelari harus mengatur pace-nya,” kata Reza.

Berikut saran dari Reza:
FM
Km 0-10: rolling hill (baca: anggap seperti latihan interval), tahan pace.
Km 10-28: cenderung datar, peserta bisa berlari lebih cepat.
Km 28-38: rolling hill lagi, kembali atur pace.
Km 38-40: turunan.
Km 40-42: tanjakan.
HM
Km 0-6: turunan.
Km 6-16: tanjakan, atur pace.
Km 16-19: kembali menemui rute turunan.
Km 19-21: kembali menemui rute tanjakan, atur pace.

4/ 40% panas vs. 60% teduh
Sebanyak 40% rute tidak berada dalam naungan pohon rindang (baca: siap-siap panas). Reza menyebut beberapa di antaranya adalah Jalan Surapati, jalan layang Pasupati, dan Jalan BKR.
“Lajur kiri dan kanan Jalan BKR sebenarnya cukup teduh. Namun kami tidak menggunakannya untuk menghindari kepadatan lalu lintas dengan berbagai persimpangan jalan di sepanjang jalan tersebut. Konsekuensinya, pelari akan berlari di lajur tengah yang tanpa naungan, namun steril,” jelas Reza.
Di sisi lain, ada sekitar 60% rute yang cukup teduh, seperti Jalan W.R. Supratman. Ini bisa menjadi keuntungan bagi pelari mengingat rute tersebut termasuk menanjak.

5/ Perhatikan COT
COT (cut off time) untuk kategori FM Bandung Marathon adalah tujuh jam, satu jam lebih awal daripada Jakarta Marathon. “Jaga pace paling lambat stabil di 10.30 agar tidak kena COT,” saran Pandu.

Tim Mesa Race akan melakukan sweeping bagi peserta yang terkena COT dengan mempersilakan naik bus. “Bila peserta menolak, maka kami akan meminta mereka melepaskan BIB dan memberikan pernyataan yang direkam dengan video bahwa mereka setuju melanjutkan berlari di luar tanggung jawab panitia,” tambah Pandu.

6/ Wajib hidrasi
Dengan cuaca yang cenderung panas, hidrasi wajib dilakukan, berapa pun kategori jarak lomba. “Ada sekitar 22 titik hidrasi untuk kategori FM. Ini berarti, pelari tak perlu membawa pasokan hidrasi sendiri, kecuali bila memang terbiasa seperti itu,” kata Reza.

7/ Doa dulu, lari kemudian
Walikota Bandung, Ridwan Kamil, memiliki kebiasaan sholat Subuh berjamaah bersama warga di dalam masjid utama Gedung Sate, dan hal itu akan tetap dilaksanakan pada hari Bandung Marathon. Para pelari diundang berpartisipasi, dan lomba lari akan dimulai setelahnya. Ini jadwal start Bandung Marathon: FM pukul 5.15, HM pada pukul 5.45, 10K pukul 6.00, dan 5K pukul 6:15.

8/ Jangan lupa selfie
Mencetak PB atau personal best memang penting, tapi mencetak PB alias photo banyak juga perlu, lho. Mumpung bisa menikmati Bandung sambil berlari, jangan lewatkan juga menjepret di berbagai titik ikonik kota Bandung. Anda bisa selfie saat di jalan layang Pasupati dengan ikon jembatannya, Tugu Prapatan 5, Museum KAA, Tugu KAA, Masjid Raya Bandung, Gedung Pakuan, dan di sepanjang Jalan Braga.

9/ Bila perlu ke toilet…
Bekerjasama dengan Alfamart, akan ada 11 outlet yang membuka toilet mereka untuk pelari. Selain itu, panitia juga menyediakan berbagi titik portable toilet.

10/ Sarapan sebelum lomba
Anda tidak bisa berlomba dengan ‘tangki bensin’ kosong. Lakukan carbo loading sejak beberapa hari sebelumnya. Pada hari-H, jangan lupa sarapan. Untuk peserta FM, Reza menyarankan, konsumsi makanan sebanyak 300 kalori dua jam sebelum lomba, lalu 100 kalori lagi satu jam sebelum lomba. 

 

Lihat Koleksi Lengkap →

 

Lihat Koleksi Lengkap →