Tips Berenang di Area Terbuka dalam Triatlon

By. RUNNER.id Team 08 February 2019
 Tips Berenang di Area Terbuka dalam Triatlon

Berenang di area terbuka, seperti  laut lepas, bisa menyiutkan nyali setiap triatlet dalam lomba pertamanya. Namun karena renang termasuk dalam triatlon, kuasai dengan tips berikut.  

Triatlon adalah olahraga kombinasi renang, bersepeda, dan lari. Mengombinasikan tiga jenis cabang olahraga membawa manfaat tidak saja fisik namun juga psikis, mulai dari mengurangi risiko cedera (dibandingkan bila hanya melakukan satu cabang olahraga saja seperti lari) hingga membuat lebih percaya diri. Renang, yang ditempatkan di urutan pertama, kerap membuat deg-degan triatlet karena seringkali menjadi kunci keberhasilan leg-leg berikutnya. Ini tips yang dapat membantumu menyelesaikan leg renang dengan lebih mulus.  

1/ Latihan di area terbuka
Bila leg renang lomba triatlonmu akan dilakukan di laut lepas (ada juga triatlon yang leg renangnya dilakukan di kolam renang), upayakan ada latihan renang di laut lepas juga. Tidak saja ini akan mendongkrak kepercayaan dirimu, namun juga akan membiasakan diri dengan suasana lomba. Ada perbedaan signifikan antara renang di laut lepas vs di kolam renang yang memiliki dinding dan penanda jalur. Bila latihan renang di laut lepas tidak memungkinkan, coba renang di kolam renang dengan beberapa tips ini: tidak menyentuh dinding saat berbalik arah, renang dalam jalur lurus tanpa bantuan penanda, dan berenang dalam grup.  

2/ Belajar ambil napas pada kedua sisi
Umumnya perenang punya preferensi ambil napas pada satu sisi tubuh saja. Namun dalam lomba, ada banyak perenang yang bisa jadi berada di sisi kiri dan kanan kamu. Jadi bisa jadi pada satu momen kamu ambil napas pada sisi non unggulanmu. Karena itu, lebih baik lagi untuk berjaga-jaga, kamu latihan untuk ambil napas pada dua sisi.  

3/ Pelajari rutenya
Tidak pernah rugi mempelajari rute renang lomba, bahkan bila kamu sudah sering berlomba. Siapa tahu kamu akan sendirian di leg dan tidak bisa mengandalkan perenang lain untuk mencari arah. Jadi, pelajari letak pelampung (buoy) dan penanda (marker).  Sebagai tambahan, taka da salahnya mempelajari letak penanda alami, seperti pohon atau rumah, yang bisa membantumu berenang lurus dan selesai lebih cepat.  

4/ Aklimatisasi
Laut lepas cenderung lebih dingin daripada kolam renang, yang luar ruangan sekalipun. Karena itu, sisihkan waktu untuk melakukan aklimatisasi sebelum lomba yaitu dengan mencoba berenang di area lomba sebelumnya dan mencemplungkan badan ke laut sebelum lomba agar terbiasa dengan suhunya –ingat, bahkan dengan wetsuit pun kamu butuh waktu penyesuaian. Kalau sekiranya masih terlalu dingin, kenakan dua swim cap dan pasang earplug untuk membuatmu tetap hangat.  

5/ Cukupi nutrisi dan hidrasi
Tetap lakukan pola makan yang biasa kamu lakukan hingga hari lomba. Hindari mencoba suplemen atau pola makan baru pada hari lomba karena kamu belum mengetes dampaknya pada tubuh. Cukupi kebutuhan hidrasi dengan banyak minum dua hari sebelumnya, namun pastikan tidak sampai kembung.  

6/ Drafting  
Drafting pada dasarnya adalah mengekor di belakang perenang lain. Keuntungannya adalah tidak mesti selalu mengecek posisi pelampung dan mendapat arus yang lebih bersahabat. Cari perenang yang sekiranya bisa kamu ikuti; itu artinya pace-nya mirip atau lebih cepat dengan pace kamu. Keuntungan samping: kamu bisa mempertahankan pace dengan lebih nyaman. Pastikan juga ia tidak salah arah saat kamu mengekornya. Kan nggak enak, nyasar bareng

Sumber: The British Triathlon Federation