Speedgoat 3: Sepatu Lintas Alam Premium dari Hoka One One

Dok.: Adi Winarko
Foto: Aris Sopiandi  

Cepat, tangguh, dan agresif menghadapi beragam medan teknis.  

Sepatu ini mendapat namanya dari julukan Karl Meltzer, ultra runner dan pelatih ultra running di Amerika. Karl dijuluki “The Speedgoat” karena ia memegang rekor kemenangan lomba lari lintas alam 100 mil terbanyak. Speedgoat 3 dianggap mewakili Karl yang menganut sikap “go everywhere, run everything.”Dengan outsole Vibram® Megagrip-nya, sepatu ini didesain untuk menghadapi semua jenis rintangan teknis dalam lintas alam. Perkembangan dari seri sebelumnya, midsole dan toe box-nya dibuat lebih lebar daripada Speedgoat 2. Selain itu, seri terbaru ini dilengkapi dengan fitur “seatbelt” di setiap sisi agar dapat lebih “mengunci” kaki tengah.  

Mau tahu ulasan mereka yang telah memakai Hoka One One Speedgoat 3? Ini dia?   

Adi Winarko, Penamat  Bromo Tengger Semeru Ultra 102K

Pertama kali memakai Speedgoat 3, langsung saya ajak naik Gunung Ceremai, Jawa Barat, dalam kondisi jalur basah setelah hujan. Dan grip-nya bagus banget! Outsole-nya mencengkeram bagus di jalur tanah yang bercampur akar. Sebelumnya saya memakai sepatu lari lintas alam merek lain dan tidak memberikan pengalaman yang serupa. Di medan lain, Vibramnya juga sangat membantu dan mencengkeram dengan baik, misalnya di tekstur tanah dan akar di Bukit Manglayang, di medan aspal di Bukit Bintang, Padasuka, di medan beton di Bukit Pakar, dan di medan pasir.  

Kesan pertama lainnya adalah insole-nya yang empuk tapi tidak bouncy saat dipakai. Ini memberikan keyakinan saat memilih pijakan. Saya rasa banyak yang sependapat dengan hal ini. Lebar sepatunya juga cocok dengan kaki saya yang lebar. Plus, saya rasa ukurannya sedikit panjang ke depan, jadi aman dan bikin pede saat downhill. Busanya juga empuk, sehingga nggak bikin kaki sakit saat downhil dan nggak membuat kaki mentok kanan, kiri, atau depan. Busanya juga cukup tebal sehingga support ke tendon Achilles saya. Kebetulan dulu sempat cedera saat memakai sepatu lari lintas alam merek lain yang busanya lebih tipis.  

Terakhir, saya suka bobotnya yang ringan. Sudah cukup diajak ugal-ugalan di trail.  


Suryanto "Bolang", Penamat Bromo Tengger Semeru Ultra 70K

Sebelum memakai Speedgoat 3 Waterproof, saya adalah pemakai Speedgoat 2. So far, nggak ada perubahan yang signifikan antara keduanya. Solnya masih empuk, outsole-nya juga Vibram, dan bobotnya, meski sedikit lebih berat, tapi tidak terlalu signifikan sehingga tetap terasa nyaman. Perbedaan paling mencolok ada pada upper-nya. Upper Speedgoat 3 lebih kokoh dibandingkan Speedgoat 2. Speedgoat 2 saya robek setelah dipakai race Bandung Ultra dan Bromo Tengger Semeru  tahun lalu akibat gesekan dengan kaki saat downhill.  

Sejauh ini, saya sudah memakai Speedgoat 3 untuk latihan trail di Sentul dan Gunung Gede, serta race di Moeria Super Ultra Trail Run 2019, Kudus, Jawa Tengah. Race tersebut memiliki medan yang cukup variatif, mulai dari tanah, bebatuan, akar pohon, dan jalan cor-coran. Cuaca pun sempat berubah-ubah, panas dan hujan. Outsole yang dibalut Vibram Mega Grip mampu mencengkeram permukaan dengan sangat baik. Lalu karena sepatu ini waterproof, saya makin pede melewati genangan air dan tempat berlumpur. Fungsi waterproof-nya terbukti. Plus, meski waterproof, kaki tidak terasa engap.  

Untuk ukuran, khusus bagi pemilik kaki lebar seperti saya, disarankan naik ½ ukuran dari ukuran biasanya. Saya lakukan ini dan hasilnya kuku jempol saya aman, nggak copot lagi. Akan lebih baik bila di Indonesia ada Speedgoat yang memiliki bagian depan yang lebih lebar.


Hoka One One Speedgoat 3
Tipe: Lintas alam  
Stabilitas: Netral
Bantalan: Balanced 

Pria
Berat (US 9): 292 gram
Heel-to-toe drop: 4 mm

Wanita
Berat (US 7): 257.981 gram
Heel-to-toe drop: 4 mm