Pertama Ikut Lomba Lari Lintas Alam? Ikuti Tips Ini

By. Planet Sports RUN 20 December 2018
Pertama Ikut Lomba Lari Lintas Alam? Ikuti Tips Ini

Foto: Dok. Tahura Trail Running Race

Pindah dari aspal ke jalur lintas alam butuh pendekatan berbeda. Ini yang perlu kamu ketahui.

Biasa lari dan berlomba di lomba lari jalan raya (road race ) –yang medannya hampir semuanya aspal– kemudian memutuskan akan mengikuti lomba lari lintas alam (trail race)– yang memiliki beragam medan, seperti tanah, makadam, bebatuan, akar pepohonan, dll– butuh persiapan berbeda. Terlebih bila ini adalah lomba lari lintas alam pertama kamu. Tenang gaes. Kami rangkum tips dari berbagai sumber. Ini yang perlu kamu ketahui.

1/ Pilih lomba yang skalanya tidak terlalu besar
Ini karena lomba lari lintas alam semacam ini dapat menjadi cara yang baik bagimu untuk mendapatkan pengalaman lari lintas alam tanpa merasakan tekanan lomba yang berlebihan. Bayangkan bila skalanya besar dengan peserta yang sudah lebih berpengalaman. Bisa-bisa kamu stres duluan di awal.

2/ Pilih yang jaraknya pendek
Bahkan meski kamu sudah jadi raja jalanan, rendah hatilah saat berpindah ke medan lintas alam. Pilih jarak yang lebih pendek dari jarak yang sudah kamu kuasai. Misal, bila kamu sudah terbiasa ikut half marathon, pilih jarak 5K atau 10K di trail race, sekadar agar kamu mendapatkan atmosfer dan feel-nya.

3/ Kenali medannya
Tipe medan yang akan kamu tempuh berpengaruh besar pada tingkat kesulitan dan kecepatan. Untuk lomba lari lintas alam pertamamu, pilih medan yang lebih ringan –seperti tanah, makadam (jalan pemukiman yang tidak diaspal, biasanya paving block– ketimbang yang teknikal –seperti bebatuan, dll. Pilih juga yang areanya perbukitan ketimbang pegunungan.

4/ Lupakan pace, rasakan effort
Pelari jalan raya sudah sangat terbiasa memantau pace saat berlomba. Padahal hal ini tidak bisa diaplikasikan saat berlomba lari lintas alam. Begitu kamu memasuki medan perbukitan atau medan yang teknikal, kemungkinan besar pace targetmu akan meleset. Jangan stres. Lebih baik fokuskan perhatian pada kekonsistenan effort atau upayamu.

5/ Antisipasi waktu
Pace lomba akan berkaitan waktu finish. Antisipasi waktu finish kamu di lomba lari lintas alam sekitar 20-25 persen dari waktu finish kamu di lomba lari jalan raya. Tambahkan bila medannya sangat berbukit atau teknikal.

6/ Belajar mencintai perbukitan
Omong-omong soal perbukitan, learn to love the hills. Ini karena kebanyakan lomba lari lintas alam di Indonesia dilakukan di gunung. Ketimbang memikirkan “duh, puncaknya masih jauh yah”, lebih baik fokus satu langkah demi satu langkah. Ingat, jalan kaki sah-sah saja, lho. Untuk mengetahui seberapa menanjak perbukitan pada lomba lari lintas alam pertamamu, cari informasi mengenai tingkat elevasinya pada laman resmi lomba.

7/ Bawa kebutuhan nutrisi dan hidrasi (atau uang)
Kebanyakan trail race bersifat self-support. Artinya, meski panitia menyediakan makanan dan minuman di pos-pos pengecekan (check point), sebaiknya kamu secara mandiri menyiapkan amunisi makanan dan minuman pendukung untuk dikonsumsi di perjalanan, misalnya botol air minum atau soft flask minimal satu liter, energy gel, energy bar, atau salt stick. Beberapa trail race berlokasi di dekat pemukiman warga. Jadi membawa uang juga bisa menjadi pilihan karena dengan begitu kamu bisa membeli makanan yang diperlukan di warung warga.

8/ Kenakan sepatu trail
Trail shoes memiliki bagian bawah (outsole) dengan traksi yang lebih baik daripada raod shoes. Outsole-nya mampu mencengkeram permukaan yang tidak rata, licin, atau menantang dengan lebih baik sehingga menghindarkanmu dari terpeleset atau cedera lainnya.

9/ Kenakan pakaian yang nyaman dan cepat kering
Pilihan tiap orang bisa berbeda. Ada yang nyaman dengan kaos tanpa lengan dan celana pendek. Ada juga yang untuk mengantisipasi lecet atau tergores, mengenakan legging panjang dan kaos dengan lengan. Bila perlu, kamu dapat membawa jaket tipis, jas hujan, atau wind breaker.

10/ Latih kekuatan dan keseimbangan
Rumus umum sebelum lomba: latihan. Lakukan latihan penguatan pergelangan kaki dan latihan keseimbangan, misalnya walking lunges dengan pemberat, penguatan batang tubuh, dan latihan di tanjakan.

11/ Ikuti kode etik
Yang pertama dan terutama adalah tidak membuang sampah sembarangan. Bawa sampahmu bersamamu dan buang saat sudah menemukan tempat sampah. Kebersihan lokasi lomba lari lintas alam bukan hanya tanggung jawab pengelola, melainkan juga seluruh peserta race.

12/ Just enjoy
Salah satu bagian terbaik lari lintas alam adalah pemandangan indahnya. Jangan lupa untuk menikmati lingkungan sekitar.